Monday, April 2, 2012

SAKIT PERUT SAAT HAID

Wah, penyakit ini memang banyak dialami oleh remaja putri belakangan ini. Menurut artikel yang sudah pernah saya baca, penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat, seperti jarang olah raga dan faktor lainnya yang telah dibuktikan melalui penelitian.
Nah, kali ini saya akan berbagi ramuan yang setidaknya dapat meringankan rasa sakit yang ditimbulkan, dicoba dan rasakan khasiatnya.

BAHAN :
- 1 rimpang kunyit dan jahe masing-masing sebesar ibu jari
- 1/2 rimpang kencur sebesar ibu jari
CARA PENGOLAHAN :
- Semua bahan dicuci bersih, diparut untuk diambil airnya, tambahkan perasan jeruk nipis. Dicampur dengan 1/2 gelas(gelas kopi) air panas dan disaring.
DOSIS :
- Diminum pada hari pertama haid. Ramuan boleh ditambahkan sedikit garam dan gula untuk menambah rasa.

KB Alamiah

Inilah warisan nenek moyang kita tentang cara menjarangkan kelahiran anak, bukan dengan cara menggugurkan kehamilan melainkan dengan mencegah datangnya kehamilan. Jika terlanjur hamil, ramuan ini tidak akan ada gunannya #BUKAN OBAT UNTUK MENGGUGURKAN KANDUNGAN.
Ada beberapa alternatif ramuan dengan bahan yang berbeda, silahkan dipilih dan dipilah bahan mana yang menurut anda mudah ditemukan dan metode mana yang gampang diterapkan. Berikut bahan dan cara pengolahannya.

Anda takut menggunakan jenis-jenis KB yang telah tersedia di Puskesmas(Pusat Kesehatan Masyarakat) atau Rumah Sakit silahkan coba KB alami ini.

Resep #1
BAHAN :
- 2 lembar daun sirih
- 5 gr kencur
- 5 gr kunyit
- 5 gr temu kunci
- 1 sendok makan air kapur sirih
CARA PENGOLAHAN :
- Daun sirih, kunci, dan kunyit ditumbuk halus jadi satu. Tambah dengan air panas, lalu diperas hingga diperoleh cairan 1 gelas kecil(gelas kopi) lalu tuangkan air kapur sirih.
DOSIS :
- Diminum pagi hari sebelum makan dan sebelum berhubungan SEX. Lakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Jika sudah pengen punya anak lagi silahkan berhenti meminum ramuan ini dan ganti dengan ramuan penyubur. (dijamin tek dung).

Resep #2
- 1 buah nanas muda
- 20 gr daun sirih
- 1 buah jeruk nipis
- 20 gr tape ketan hitam
- 5 gr kayu rapet
- 5 gr jenitri
CARA PENGOLAHAN :
- Daun sirih, jenitri dan kayu rapet ditumbuk, lalu nanas dan jeruk nipis diperas, airnya dicampur dengan bahan yang telah ditumbuk. (wah sepet-sepet asem). Dimakan bersama tape ketan hitam pada siang hari.  

Thursday, November 17, 2011

PEGAL LINU

    Jika badan terasa pegal-pegal dan linu orang-orang lebih sering membawa ke tukang pijat atau membeli jamu berkasiat. Saya juga memiliki ramuan yang mampu menyembuhkan pegal linu, gunakan pula obat tradisional di bawah ini.
Resep #1
BAHAN :
- Akar pohon turi bunga "merah"
CARA PENGOLAHAN : 
-Ambil akar dari pohon turi bunga berwarna merah secukupnya, dicuci bersih lalu digiling halus dan ditambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Gosokan adonan tersebut ke bagian badan yang sakit, ingat jangan pakai pohon turi putih # harus pohon turi merah. 
Untuk lebih cepat dalam proses penyembuhan, gunakan tambahan Resep #2.
Resep #2
BAHAN :
- Biji Pare
- 2 sendok madu murni
- air secukupnya
CARA PENGOLAHAN :
- Ambil biji pare secukupnya disangrai(goreng tanpa minyak) sampai kering, kemudian digiling halus. Pemakaiannya ambil bubuk pare sebanyak 10 gram, tambahkan sedikit air matang dan 2 sendok makan madu murni, minumlah 3 kali sehari.  
Jika anda merasa Resep #2 agak mengerikan untuk diminum, cobalah Resep #3.
Resep #3
BAHAN :
- Biji pare 15 gram
- Kucai 15 gram
- Merica 10 butir
- Jahe yang tua dan gula merah sebesar ibu jari.
CARA PENGOLAHAN :
- Rebus ramuan tadi dengan 600 cc air bersih dan biarkan hingga airnya tersisa 300 cc, saring ampasnya dan minum dalam keadaan hangat.
# RAMUAN TRADISIONAL TIDAK AKAN MENYEBABKAN OVER DOSIS.

Wednesday, November 16, 2011

SAKIT MAAGH

    Penyakit ini biasanya di idap oleh orang yang gila kerja atau pekerja sanagt keras tanpa kenal istirahat cukup, makan tidak teratur, terlalu banyak makan pedas(mungkin), makanan tidak dikunyah secukupnya, dan stress berat atau tekanan batin karena pekerjaan, pacar, atau keluarga ( Hehehehehe, curhat dikit !). Saya  akan memberikan resep yang selama ini cukup ampuh untuk mengobati sakit maagh yang saya derita.
    #Sekali lagi saya tekankan # Walau sudah ada obat maagh yang sangat praktis, ada berupa solid (cair), atau tablet dengan takaran yang pas.
   # TIDAK UNTUK ORANG YANG PEKERJAANNYA SUPER SIBUK.# 
Langsung saja ke resep...!!!!


Resep #1
BAHAN :
-Umbi Bengkuang
CARA PENGOLAHAN :
- Bengkuang dikupas kulitnya, lalu diparut dan diperas diambil airnya bubuhi sedikit garam. untuk mempercepat proses penyembuhan sebaiknya ramuan ini diminum detelah makan pagi dan pada sore hari (buat ramuan baru).

Resep #2
BAHAN :
 - 5 potong temulawak
 -  2 siung bawang putih
 - setengah gelas(gelas kopi di warung-warung) kacang hijau.
CARA PENGOLAHAN :
 - Temulawak dan bawang putih diiris tipis-tipis lalu bersama kacang hijau direbus dengan satu setegah gelas air. rebus hingga menjadi setengah gelas. Diminum sehari dua kali, pagi dan sore.

FLUE / PILEK

      Cuaca pada sekarang ini memang kurang menentu, kita rentan terkena penyakit seperti flue/pilek. Saya akan memberikan resep tradisional yang setidaknya dapat memberi sedikit bantuan dalam penyembuhan. Disamping untuk menyembuhkan flue/pilek, ramuan ini juga berguna untuk pengobatan radang tenggorokan, radang usus, batuk dan susah BAB(buang air besar)
BAHAN :
- Bunga Kamboja(+/- 90 gr), Gula merah/ Aren(+/-60 gr), Air (400 cc)
CARA PENGOLAHAN :
- Bunga kamboja di rebus menggunakan kendi tanah dengan air 400 cc hingga airnya tersisa setengah, pisahkan air rebusan dengan ampasnya dan air sisa rebusan (200 cc) diseduh + gula merah/aren hingga larut.
Siap dihidangkan, bisa dalam keadaan dingin atau panas. Lebih baik panas jika anda menderita pilek.

# Memang sedikit agak repot, tapi semua bahan di atas dapat diperoleh secara mudah di lingkungan sekitar kita. Selain itu kini dipasaran obat-obat herbal maupun kimiawi sudah banyak beredar, jadi lebih simpel.

#Jika tidak urung sembuh, ada baiknya anda pergi ke dokter terdekat. 

Thursday, July 28, 2011

TEMU KUNCI

http://rempahunik.wordpress.com/temu-kunci/



(Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlechter.)

Perawakan:herba rendah, merayap di dalam tanah, satu tahun 0,3-0,9 cm. Batang: batang asli di dalam tanah sebagai rimpang, berwarna kuning coklat, aromatik, menebal, 5-30 x 0,5-2 cm, batang di atas tanah berupa batang semu (pelepah daun). Daun: umumnya berdaun sebanyak 2-7 helai, daun bawah berupa pelepah daun berwarna merah tanpa helaian daun: tangkai daun beralur, tidak berambut, panjang 7-16 cm, lidah-lidah berbentuk . segitiga melebar, menyerupai selaput, panjang 1-1,5 cm, pelepah daun sering sama panjang dengan tangkai daun; helai daun tegak, bentuk lanset lebar atau agak jorong, ujung daun runcing, permukaan halus tetapi bagian bawah agak berambut terutama sepanjang pertulangan, warna helai daun hijau muda, lebar 5-11 cm. Bunga: susunan bulir tidak berbatas, di ketiak daun, dilindungi oleh 2 spatha, panjang tangkai 411 cm, umumnya tangkai tersembunyi dalam 2 helai daun terujung. Kelopak: 3 buah lepas, runcing. Mahkota: 3 buah daun mahkota, merah muda atau kuning-putih, tabung 50-52 mm., bagian atas tajuk berbelah-belah, berbentuk lanset dengan lebar 4 mm dan panjang 18 mm. Benang sari: 1 fertil besar, kepala sari bentuk garis membuka secara memanjang. Lainnya berupa bibir-bibiran (staminodia) bulat telur terbalik tumpul, merah muda atau kuning lemon, gundul, 6 pertulangan, 25×7 cm. Putik: bakal buah 3 ruang, banyak biji dalam setiap ruang. Asal-usul: Tropis dataran rendah, Waktu berbunga : Januari- Februari, April-Juni. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Tumbuh liar pada dataran rendah, di hutan-hutan jati. Tumbuh baik pada iklim panas dan lembab pada tanah yang relatif subur dengan pertukaran udara dan tata air yang baik. Pada tanah yang kurang baik tata airnya (sering tergenang air, atau “becek” pertumbuhan akan terganggu dan rimpang cepat busuk). Dibudidayakan di tanah berkapur bergerombol. Perbanyakan: dengan pemotongan rimpang menjadi beberapa bagian (tiap bagian terdapat paling sedikit 2 mata tunas); penanaman dilakukan pada jarak tanam 3000 cm. Pemanenan dilakukan setelah berumur 1 tahun. Setelah dilakukan pemanenan:, dilakukan sortasi dan dicuci, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian yang lebih kecil /tipis dan dikeringkan di tempat teduh dengan aliran udara yang baik. Untuk jumlah kecil disimpan dalam wadah tertutup rapat dan kedap cahaya (sebagai penyerap lembab udara dapat dengan “charcoal”= karbon aktif)”.

Komposisi :
Rimpang 1,2% minyak atsiri (rimpang segar 0,06% – 0,32% minyak atsiri); komponen utama minyak atsiri terdiri dari monoterpen, seskuiterpen, turunan fenilpropana antara lain: geranial, neral, kamfora, zingiberen, d-pinen, kamfen, 1,8-sineol (eukaliptol), d-borneol, geraniol, osimen, dimetoksi-4(2-propenil), miristin, linalil propanoat, asam sinamat, kamfen hidrat, propenil guaikol, dihidrokarveol, linalool; etil-sinamat, etil pmetoksi sinamat, panduratin A. – Asam kavisinat -flavonoid: pinosembrin (2,3-dihidrokrisin), 2′,6′dihidroksi-4′-metoksi kalkon, pinostrobin (5hidroksi-7-metoksi flavanon), alpinetin, kardamomin, 2′,4′-dihidroksi-6′-metoksi kalkon, boesenbergin A, 5,7-dimetoksiflavon. Pada jenis tumbuhan dengan: rimpang berwarna merah: pinostrobin, boesenbergin A, panduratin rimpang berwarna putih : 0,36% krotepoksid rimpang berwarna hitam: pinostrobin, 5,dimetoksi-flavon, 5-hidroksi-7-metoksi-flavon dan 5-hidroksi-7,4′-dimetoksiflavon, 5,7,3′,4′tetrametoksiflavon; kaemferol-3,7,4′-trimetil eter; kuersetin-3,7,3′,4-tetrametil eter.

SOURCE:
http://tanamanherbal.wordpress.com/2007/12/15/temu-kunci/

Tuesday, June 7, 2011

BUAH APEL


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Plantae
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida
Ordo:Rosales
Famili:Rosaceae
Upafamili:Maloideae atau Spiraeoideae
Bangsa:Maleae
Genus:Malus
Spesies:M. domestica
            Nama binomial
Malus domestica
Borkh.



Buah apel biasanya merah di luar saat masak (siap dimakan), namun bisa juga hijau atau kuning.
Orang mulai pertama kali menanam apel di Asia Tengah. Kini apel berkembang di banyak daerah di dunia yang lebih dingin. Nama ilmiah pohon apel dalam bahasa Latin ialah Malus domestica. Apel budidaya adalah keturunan dari Malus sieversii asal Asia Tengah, dengan sebagian genom dari Malus sylvestris (apel hutan/apel liar).
Kebanyakan apel bagus dimakan mentah-mentah (tak dimasak), dan juga digunakan banyak jenis makanan pesta. Apel dimasak sampai lembek untuk membuat saus apel.


Pohon apel merupakan pohon yang kecil dan berdaun gugur, mencapai ketinggian 3 hingga 12 meter, dengan tajuk yang lebar dan biasanya sangat beranting. Daun-daunnya berbentuk lonjong dengan panjang 5 - 12 cm dan lebar 3 - 6 centimeter. Bunga apel mekar di musim semi, bersamaan dengan percambahan daun. Bunganya putih dengan baur merah jambu yang berangsur pudar. Pada bunga, terdapat lima kelopak, dan mencapai diameter 2.5 hingga 3.5 cm. Buahnya masak pada musim gugur, dan biasanya berdiameter 5 hingga 9 centimeter. Inti buah apel memiliki lima gynoecium yang tersusun seperti bintang lima mata, masing-masing berisi satu hingga tiga biji.


Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi risiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Dibandingkan dengan buah lainnya dan sayuran, apel mengandung vitamin C yang tidak seberapa, tetapi kaya dengan senyawa antioksidan lainnya. Biarpun tidak sebanyak buah lain, namun konten serabut dalam apel membantu mengontrol pergerakan usus, maka mengurangi risiko kanker usus besar. Serat apel juga membendung penyakit jantung, serta mengontrol berat badan dan tingkat kolesterol, karena buah apel tidak mengandung kolesterol dan mempunyai serat yang mengurangi kolesterol dengan mencegah reabsorpsi.
Terbukti bahwa bahwa apel yang dibiakkan secara in vitro mengandung senyawa fenol yang dapat mencegah kanker dan menunjuukan aktivitas antioksidan. Fitokimia fenol yang utama dalam apel adalah kuersetin, epikatekin, dan prosianidin B2.
Biji apel sedikit beracun karena mengandung sedikit amigdalin, sejenis glikosida sianogen. Akan tetapi, racun ini tidak cukup berbahaya bagi manusia.

MENTIMUN


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Plantae
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida
Ordo:Cucurbitales
Famili:Cucurbitaceae
Genus:Cucumis
Spesies:C. sativus
           Nama binomial
Cucumis sativus
L.


Mentimun, timun, atau ketimun (Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta banyak dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Habitus mentimun berupa herba lemah melata atau setengah merambat dan merupakan tanaman semusim: setelah berbunga dan berbuah tanaman mati. Perbungaannya berumah satu (monoecious) dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik. Satu tumbuhan dapat menghasilkan 20 buah, namun dalam budidaya biasanya jumlah buah dibatasi untuk menghasilkan ukuran buah yang baik.
Buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi. Buah yang masak biasanya mengering dan biji dipanen, warnanya hitam.

Thursday, November 12, 2009

MAHKOTA DEWA

Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dikenal sebagai salah satu tanaman obat di Indonesia. Asalnya dari Papua/Irian Jaya.


Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif seperti:

* Alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat    menetralisir racun di dalam tubuh
* Saponin, yang bermanfaat sebagai:
o sumber anti bakteri dan anti virus
o meningkatkan sistem kekebalan tubuh
o meningkatkan vitalitas
o mengurangi kadar gula dalam darah
o mengurangi penggumpalan darah
* Flavonoid
o melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
o mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
o mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner
o mengandung antiinflamasi (antiradang)
o berfungsi sebagai anti-oksidan
o membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan
* Polifenol
o berfungsi sebagai antihistamin (antialergi)

Tanaman atau pohon mahkota dewa seringkali ditanam sebagai tanaman peneduh. Ukurannya tidak terlalu besar dengan tinggi mencapai 3 meter, mempunyai buah yang berwarna merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting.

Thursday, November 5, 2009

COCOR BEBEK

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Saxifragales
Famili: Crassulaceae
Genus: Kalanchoe
Seksi: Bryophyllum
Spesies: K. pinnata
Nama binomial
Kalanchoe pinnata
Cocor bebek atau suru bebek (Latin:Kalanchoe pinnata syn. Bryophyllum calycinum syn. Bryophyllum pinnatum) adalah tumbuhan sukulen (mengandung air) yang berasal dari Madagaskar. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun (tunas/adventif).
Populer digunakan sebagai tanaman hias di rumah tetapi banyak pula yang tumbuh liar di kebun-kebun dan pinggir parit yang tanahnya banyak berbatu.

LIDAH BUAYA (ALOE VERA)

Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman Lidah Buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.


JAMBU BIJI



Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Upafamili: Myrtoideae
Bangsa: Myrteae
Genus: Psidium
Spesies: P. guajava
Nama binomial
Psidium guajava

 Jambu batu (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu biji, jambu siki dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu batu memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Buah jambu batu dikenal mengandung banyak vitamin C.Jambu dapat diperbanyak dengan biji. Namun demikian, perbanyakan dengan cara ini tidak disukai karena tumbuhannya lama menjadi dewasa dan juga akan berubah sifat dari induknya. Perbanyakan yang sekarang dilakukan adalah secara vegetatif, khususnya dengan cara pencangkokan.

Kegunaan non-pangan

Daun jambu biji dikenal sebagai bahan obat tradisional untuk batuk dan diare. Jus jambu biji "bangkok" juga dianggap berkasiat untuk membantu penyembuhan penderita demam berdarah dengue.
                                                         

Friday, October 23, 2009

MENGKUDU

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisio: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Familia: Rubiaceae
Genus: Morinda
Spesies: M. citrifolia
Nama binomial
Morinda citrifolia
Mengkudu (Jawa: pace, kemudu, kudu); cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), wengkudu (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol.Mengkudu sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Thursday, October 15, 2009

BAWANG MERAH,BAWANG PUTIH

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Liliopsida

Ordo: Asparagales

Famili: Alliaceae

Genus: Allium

Spesies: A. ascalonicum
Nama binomial Allium ascalonicum
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah nama tanaman dari familia Alliaceae dan nama dari umbi yang dihasilkan. Umbi dari tanaman bawang merah merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.Bawang merah adalah tanaman semusim dan memiliki umbi yang berlapis. Tanaman mempunyai akar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Umbi terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsi, membesar dan membentuk umbi berlapis. Umbi bawang merah terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Umbi bawang merah bukan merupakan umbi sejati seperti kentang atau talas.
Manfaat
Bawang goreng adalah bawang merah yang diiris tipis dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Pada umumnya, masakan Indonesia berupa soto dan sup menggunakan bawang goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangkan. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin.

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Liliopsida

Ordo: Asparagales

Famili: Alliaceae

Upafamili: Allioideae
Bangsa: Allieae
Genus: Allium

Spesies: A. sativum
Nama binomial Allium sativum
Bawang putih adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan. Umbi dari tanaman bawang putih merupakan bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.
Bawang mentah penuh dengan senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut alliin yang membuat bawang putih mentah terasa getir atau angur.
Manfaat

Bawang putih (Allium sativum) telah digunakan sejak lama oleh masyarakat di berbagai peradaban sebagai bumbu masakan dan juga obat.

TEMULAWAK


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Liliopsida
Ordo:
Zingiberales
Famili:
Zingiberaceae
Genus:
Curcuma
Spesies:
C. xanthorhiza
Nama binomial Curcuma xanthorhiza
Temu lawak (Curcuma xanthorhiza L.) adalah tanaman obat-obatan yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tanaman ini berasal dari Indonesia.
Tanaman temu lawak dapat tumbuh hingga setinggi 2 m, memiliki bunga berwarna kuning. Rimpang temu lawak digunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional dan minuman penyegar.


Wednesday, October 14, 2009

CENGKEH

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae

Filum: Angiosperms

(tidak termasuk) Eudicots

(tidak termasuk) Rosids

Ordo: Myrtales

Famili: Myrtaceae

Genus: Syzygium

Spesies: S. aromaticum
Nama binomial Syzygium aromaticumCengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum), dalam bahasa Inggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia.

JERUK NIPIS



Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Sapindales
Famili:
Rutaceae
Genus:
Citrus
Spesies:
C. aurantifolia
Nama binomial Citrus aurantifoliaJeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon.
Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk.


KETUMBAR

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Apiales

Famili: Apiaceae

Genus: Coriandrum
Spesies: C. sativum
Nama binomial Coriandrum sativum Ketumbar (Coriandrum sativum), konon berasal dari Eropa selatan. Bentuk berupa biji kecil-kecil sebesar 1 - 2 milimeter.

Thursday, October 8, 2009

BUNGA MAWAR


Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rosales
Famili: Rosaceae
Upafamili: Rosoideae
Genus: Rosa L.


Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.

Sunday, October 4, 2009

KEMBANG SEPATU

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Hibiscus
Spesies: H. rosa-sinensis L.
Nama binomial
Hibiscus rosa-sinensis L.

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu.
Di Sumatera dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga ini ditetapkan sebagai bunga nasional Malaysia pada tanggal 28 Juli 1960. Orang Jawa menyebutnya kembang worawari.